Perbedaan MLM dan Money Games
Multi level marketing
adalah sistem penjualan berkelompok melalui keanggotaan yang membentuk tim
pemasaran secara bertingkat. Sistem MLM ini lebih mengutamakan kebersamaan
dalam mencapai tingkat omset penjualan perusahaan. Seorang anggota yang dapat
memimpin timnya dalam memasarkan produk perusahaan akan diberikan komisi atau
bonus sesuai dengan sistem yang berlaku di masing-masing perusahaan MLM. ini
biasa disebut dengan upline ( Leader) untuk posisi di atas dan downline untuk
posisi anggota dibawahnya. Sistem penjualan ini sekarang banyak diaplikasikan
pada banyak jenis produk, contohnya obat obatan, kosmetik, pelumas mesin, pulsa
dan lain-lainnya. Di dalam sistem MLM, downline diharuskan untuk berupaya
membangun downline-downline selanjutnya untuk memperluas jaringan MLM yang
mereka jalani.
Money
Game adalah suatu bisnis semacam arisan
berantai atau bonus2 yang dibayarkan kepada member lama adalah dari hasil uang
pendaftaran member baru dan dalam bisnisnya tidak ada produk nya sama sekali
juga tidak a da
SIUP atau izin dari MEN.HUKUM&HAM kantornya juga tidak jelas.
Bedanya MLM dan Money Game
Banyak di antara kita yang
menganggap bahwa bisnis MLM adalah sama saja dengan Money Game. Padahal
keduanya jelas-jelas berbeda. Menjadi rancu perbedaannya, karena ulah oknum
Money Game yang mengaku MLM.
Berikut ini adalah Perbedaan MLM
dan Money Game :
1. APLI dan WFDSA
Ø MLM
murni terdaftar pada APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) bahkan WFDSA
(World Federation of the Direct Selling Associations). APLI dan WFDSA adalah
organisasi yang bertugas untuk mengawasi dan mengontrol apakah perusahaan MLM
tersebut menjalankan bisnis sesuai aturan main MLM atau tidak.
Ø MG
Perusahaan moneygame tidak tergabung dalam anggota APLI dan WFDSA
2. Biaya
Pendaftaran Keanggotaan
Ø MLM
: Biaya pendaftaran anggota di bisnis MLM relatif ringan karena hanya untuk
mengganti biaya administrasi, seperti staterkit, katalog, contoh produk, dll.
Ø MG: Biaya pendaftaran anggota biasanya besar,
ada lhoo yang sampe berjuta-juta. Kenapa begitu? Yaa karena seringnya mereka
kan tidak punya produk atau produk yang dijual sebenarnya berkualitas rendah
atau susah dijual di pasaran. Nah jadi para upline atau sponsor akan memperoleh
profit langsung dari biaya pendaftaran yang besar ini. Pernah kan denger kalo
lagi diprospek MG, mereka bilang “kalau nanti anda mendapatkan downline, maka
otomatis anda akan memperoleh sekian dari uang pendaftaran downline baru
tersebut.
3. Produk
Ø MLM
: Produk yang dijual jelas dan dijamin oleh perusahaan, mudah dijual di pasaran
karena harga rasional dan kualitas terjamin, walaupun tidak memiliki downline,
member tetap dapat menjalankan bisnis dengan berjualanproduk, perusahaan
memperoleh keuntungan dari penjualan produk, bukan dari biaya pendaftaran
anggota.
Ø MG
: Seringkali MG tidak mempunyai produk nyata atau kalaupun ada produk bukan hal
utama, biasanya produk tersebut susa h dijual karena kualitasnya yang kurang
baik atau harganya tidak rasional.
4. Sistem dan Marketing Plan
Ø MLM
: memiliki marketing plan yang jelas, anggota MLM dapat terus menjalankan
bisnis dengan atau tanpa downline, ada aturan main yang jelas, bonus yang
diperoleh berasal dari omzet penjualan. MLM menganut win-win sistem. Artinya
ada prinsip keadilan, setiap anggota akan menikmati keuntungan sesuai dengan
kerja yang dia lakukan. Belum tentu orang yang lebih dulu menjadi anggota akan
lebih berhasil daripada orang yang belakangan.
Ø MG
: Biasanya berlaku sistem binary ataupun piramid, dimana upline pasti
mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Bonus yang diperoleh adalah berasal
dari biaya pendaftaran anggota baru. Artinya jika anggota tersebut tidak
mendapatkan downline baru maka bisnis akan terhenti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar